Dalam beberapa waktu terakhir, berita mengenai rel kereta api dan stasiun yang tergenang banjir kembali mencuat. Curah hujan tinggi menyebabkan gangguan perjalanan, pembatasan kecepatan, hingga penghentian operasional sementara. Bagi masyarakat, kejadian ini sering dianggap sebagai dampak cuaca ekstrem semata. Namun dari sudut pandang teknis, genangan di area rel menunjukkan persoalan yang lebih mendasar, yaitu ketidaksiapan sistem drainase dalam menghadapi kondisi hujan saat ini.

Air yang tertahan di sekitar jalur rel bukan sekadar mengganggu operasional, tetapi juga berdampak langsung pada struktur jalan rel itu sendiri. Ketika air tidak segera dialirkan keluar, lapisan tanah di bawah rel akan mengalami kejenuhan.

Secara teknis, kondisi ini dapat menyebabkan :

  • Penurunan daya dukung subgrade
  • Pelemahan lapisan ballast
  • Migrasi material halus ke dalam ballast
  • Risiko penurunan (settlement) dan ketidakstabilan geometri rel

Inilah alasan mengapa genangan air di rel sering berujung pada pembatasan operasi demi keselamatan.

Sebagai penguat kondisi lapangan, gambar berikut memperlihatkan salah satu kasus genangan air di area stasiun dan jalur rel yang terjadi saat intensitas hujan tinggi. Pada kondisi ini terlihat air tertahan di sekitar badan rel dan area operasional, menandakan bahwa sistem drainase eksisting tidak mampu mengalirkan limpasan dan air infiltrasi secara efektif. Dokumentasi visual ini menjadi bukti bahwa permasalahan genangan bukan bersifat teoritis, melainkan benar-benar terjadi di lapangan dan berdampak langsung pada keandalan operasi perkeretaapian.

Source : Antarnews.com

Banyak jalur rel eksisting masih mengandalkan sistem drainase konvensional, seperti saluran terbuka atau pipa beton. Sistem ini pada dasarnya dirancang untuk kondisi hujan di masa lalu, bukan untuk intensitas hujan ekstrem yang kini semakin sering terjadi.

Beberapa keterbatasan yang umum ditemui antara lain :

  • Saluran mudah tersumbat sedimen
  • Pipa kaku rentan retak akibat getaran dan penurunan tanah
  • Tidak adanya drainase bawah rel yang efektif untuk membuang air infiltrasi

Kondisi inilah yang sering menjadi latar belakang munculnya berita rel tergenang banjir di berbagai daerah.

Untuk menjaga kestabilan jalur rel, air harus dikendalikan sejak berada di bawah permukaan. Di sinilah drainase bawah rel (subsurface drainage) berperan penting.

Fungsi utama drainase bawah rel meliputi :

  • Menangkap air infiltrasi dari ballast dan sub-ballast
  • Mengalirkan air keluar dari badan rel
  • Mengurangi tekanan air pori pada subgrade

Pendekatan ini menjadikan drainase sebagai bagian integral dari sistem struktur rel, bukan sekadar pelengkap.

Salah satu solusi yang semakin banyak diterapkan pada proyek infrastruktur modern adalah penggunaan HDPE Double Wall Corrugated Pipe untuk sistem drainase bawah rel.

Pipa ini memiliki karakteristik teknis:

  • Dinding luar bergelombang untuk kekuatan struktural
  • Dinding dalam halus untuk aliran air yang lebih efisien
  • Fleksibel sehingga mampu mengikuti pergerakan tanah dan getaran kereta

Selain itu, HDPE double wall corrugated pipe dirancang dengan nilai ring stiffness tertentu sesuai standar internasional. Parameter ini memastikan pipa tetap stabil di bawah beban tanah dan lalu lintas kereta, sekaligus membatasi defleksi agar tidak mengganggu kapasitas aliran.

Dengan konfigurasi bedding granular dan backfill terkontrol, pipa HDPE mampu bekerja optimal di bawah beban tanah dan lalu lintas kereta api.

Gambar teknis berikut memperlihatkan detail tipikal sistem drainase bawah rel menggunakan HDPE double wall corrugated pipe, termasuk konfigurasi bedding granular, material pondasi, initial backfill, serta hubungan dengan lapisan ballast, sub-ballast, dan subgrade. Detail ini merepresentasikan prinsip instalasi yang dirancang untuk mengendalikan aliran air infiltrasi, membatasi defleksi pipa sesuai persyaratan struktural, serta menjaga stabilitas badan rel di bawah pengaruh beban tanah dan beban dinamis lalu lintas kereta api.

Berita tentang rel dan stasiun yang tergenang menunjukkan bahwa masalah utama sering kali bukan volume hujan, melainkan air yang tidak memiliki jalur pelepasan yang efektif.

Penggunaan HDPE double wall corrugated pipe memberikan beberapa keuntungan nyata:

  • Mengurangi genangan di badan rel
  • Melindungi subgrade dari kejenuhan air
  • Meningkatkan keandalan jalur saat musim hujan
  • Mengurangi kebutuhan perbaikan berulang akibat kerusakan drainase

Solusi ini secara langsung menjawab tantangan yang sering muncul di lapangan dan diberitakan di media.

Banjir di rel kereta api bukan semata-mata persoalan cuaca, melainkan sinyal bahwa sistem drainase perlu ditingkatkan. Dengan perubahan iklim dan meningkatnya curah hujan ekstrem, pendekatan drainase konvensional sudah tidak lagi memadai.

Penerapan sistem drainase modern berbasis HDPE Double Wall Corrugated Pipe menawarkan solusi yang lebih adaptif, tahan lama, dan relevan untuk menjaga keselamatan serta keandalan infrastruktur rel di masa depan.

📌 Shopee: http://shopee.co.id/sholinpipe.indonesia

📌 Tokopedia: http://tokopedia.com/sholinpipeindo

📌 Whatsapp : (+62) 821-3843-8329

  1. ASTM F2306 – Standard Specification for Corrugated Polyethylene (PE) Pipe
  2. AASHTO M294 / M252 – Standard Specification for Corrugated Polyethylene Pipe
  3. AREMA Manual for Railway Engineering – Track Drainage Section
  4. Plastics Pipe Institute (PPI) – Handbook of Polyethylene Pipe
  5. ISO 9969 – Thermoplastics Pipes – Ring Stiffness
  6. ASTM D2321 – Installation of Thermoplastic Pipe for Sewers and Drains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *