
Polusi plastik kini tidak hanya mencemari laut dan tanah, tetapi juga turun bersama air hujan di Jakarta. Penelitian terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan partikel mikroplastik dalam setiap sampel air hujan di ibu kota. Fenomena ini membuka mata bahwa siklus air kita kini juga terkontaminasi plastik.
Hujan di Jakarta Mengandung Mikroplastik
Riset BRIN menunjukkan bahwa setiap meter persegi area pesisir Jakarta menerima sekitar 15 partikel mikroplastik per hari. Partikel ini berasal dari serat pakaian sintetis, debu kendaraan, sisa ban, serta pembakaran plastik terbuka.
Plastik ringan di udara terbawa angin lalu turun bersama hujan, masuk ke tanah dan sumber air. Menurut IPB University, fenomena ini menandakan bahwa polusi plastik kini juga mencemari atmosfer dan siklus hujan.
Walau ukuran yang terdeteksi sekitar ≥ 0,3 mm, para ahli memperkirakan partikel yang lebih kecil (nanoplastik) juga ikut terbawa namun belum seluruhnya terukur.
Mengapa Ini Berbahaya
- Masuk ke rantai makanan: Mikroplastik yang jatuh ke tanah dan sungai bisa dikonsumsi oleh organisme air, lalu berpindah ke manusia.
- Mengganggu kualitas air hujan dan udara: Partikel plastik yang terhirup atau tertelan dapat membawa bahan kimia berbahaya.
- Paparan jangka panjang: Meski efek langsungnya belum sepenuhnya diketahui, banyak studi mengaitkan mikroplastik dengan stres oksidatif, gangguan sistem imun, hingga potensi gangguan metabolik.
Perbandingan Pipa HDPE, PVC, dan Pipa Plastik Lainnya
Masalah mikroplastik juga berkaitan dengan sistem perpipaan — karena material plastik dalam pipa bisa melepaskan fragmen mikroplastik, terutama pada air berklorin atau pipa berusia tua.
1. Pipa HDPE (High-Density Polyethylene)
- Kelebihan: Tahan korosi, lentur, umur panjang (bisa > 50 tahun), dan sambungan kuat melalui pengelasan.
- Kekurangan: Studi menunjukkan pipa HDPE dapat melepaskan senyawa kimia tertentu (seperti TCPP, BPF) bila terpapar air berklorin dalam jangka lama.
2. Pipa PVC (Polyvinyl Chloride)
- Kelebihan: Digunakan luas untuk air minum dan saluran limbah, memiliki permukaan halus yang mengurangi endapan.
- Kekurangan: Dalam kondisi tertentu (panas, usia tua, stagnasi air), PVC bisa melepaskan mikroplastik dan aditif kimia ke air.
3. Pipa Plastik Lainnya (PEX, PP-R, CPVC)
- Kelebihan: Instalasi mudah, tahan tekanan dan suhu tinggi.
- Kekurangan: Risiko pelepasan partikel meningkat pada kondisi degradasi, air stagnan, atau air berklorin.
Kesimpulan singkat:
HDPE unggul dalam ketahanan dan fleksibilitas, sementara PVC lebih murah dan stabil dalam jangka menengah. Namun, semua pipa plastik berpotensi menjadi sumber mikroplastik bila tidak dirawat atau diganti tepat waktu.
Bahaya Mikroplastik bagi Kesehatan Manusia
Penelitian menunjukkan mikroplastik dapat masuk ke tubuh manusia melalui:
- Inhalasi: Mikroplastik di udara dan hujan bisa terhirup setiap hari di kota besar seperti Jakarta.
- Ingesti: Air minum dan makanan yang tercemar mikroplastik bisa menjadi jalur utama paparan.
- Paparan bahan kimia: Mikroplastik membawa aditif berbahaya seperti ftalat, BPA, dan logam berat yang dapat mengganggu hormon dan sistem metabolik.
Efek yang Diduga
- Perubahan mikrobiota usus dan gangguan pencernaan
- Stres oksidatif dan peradangan sel
- Potensi akumulasi di paru-paru, hati, otak, dan plasenta
- Risiko jangka panjang terhadap sistem kardiovaskular dan saraf
Cara Mengurangi Risiko
- Pilih material pipa dengan bijak — gunakan pipa HDPE atau PVC berkualitas tinggi sesuai kebutuhan dan kondisi air.
- Rawat sistem pipa air — hindari stagnasi, lakukan pemeriksaan rutin.
- Gunakan filtrasi air yang efektif untuk menangkap partikel mikroplastik.
- Kurangi penggunaan plastik sekali pakai agar sumber polusi di udara dan hujan berkurang.
- Dorong riset & kebijakan publik untuk pemantauan mikroplastik di udara dan air hujan Jakarta.
Kesimpulan
Fenomena hujan mengandung mikroplastik di Jakarta menjadi peringatan bahwa polusi plastik sudah menyentuh seluruh siklus alam.
Pemilihan dan pemeliharaan pipa air plastik (HDPE, PVC, dan sejenisnya) juga perlu diperhatikan agar tidak menjadi sumber mikroplastik tambahan di rumah tangga.
Langkah sederhana seperti menjaga sistem perpipaan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dapat membantu memutus rantai polusi ini — demi kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.
🛒 Belanja Kebutuhan Pipa Lebih Mudah? Hubungi Kami di Sini!
📌 Shopee: shopee.co.id/sholinpipe.indonesia
📌 Tokopedia: tokopedia.com/sholinpipeindo
📌 Whatsapp : (+62) 821-3843-8329