Sistem drainase lapangan memiliki peran vital dalam menjaga fungsi, keamanan, dan umur layanan area terbuka, baik pada lapangan olahraga, taman kota, kawasan industri, hingga area hijau dan fasilitas publik. Namun pada praktiknya, banyak proyek lapangan justru mengalami masalah drainase berulang, mulai dari genangan air, permukaan tanah lembek, hingga kerusakan struktur lapangan.

Ironisnya, kegagalan ini sering terjadi meskipun sistem drainase sudah “terpasang”. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masalah utama bukan pada keberadaan saluran drainase semata, melainkan pada desain sistem dan pemilihan material pipa yang tidak tepat.

Drainase lapangan berbeda dengan saluran air konvensional. Sistem ini harus mampu menangani berbagai kondisi teknis sekaligus, antara lain:

  • Air hujan dengan intensitas tinggi
  • Air tanah (subsurface water)
  • Beban timbunan dan aktivitas di atas lapangan
  • Pergerakan tanah jangka panjang (settlement)

Tanpa pendekatan teknis yang tepat, sistem drainase lapangan akan kehilangan fungsinya dalam waktu relatif singkat.

Pipa konvensional seperti beton atau logam memiliki keterbatasan serius, antara lain:

  • Rentan retak akibat pergerakan dan penurunan tanah
  • Mengalami korosi pada lingkungan tanah lembab atau agresif
  • Bobot berat dan instalasi yang kaku

Dalam jangka panjang, kondisi ini menyebabkan penurunan kapasitas aliran dan kegagalan sistem drainase.

Banyak sistem hanya dirancang untuk mengalirkan air permukaan, sementara air bawah tanah tetap terperangkap. Dampaknya:

  • Permukaan lapangan terlihat kering, tetapi bagian bawah tetap jenuh air
  • Stabilitas tanah menurun
  • Rumput atau lapisan permukaan cepat rusak

Tanpa media filtrasi yang memadai, partikel tanah halus akan masuk ke dalam pipa dan menyebabkan:

  • Penyumbatan perforasi
  • Penurunan debit aliran
  • Kegagalan fungsi drainase dalam waktu singkat

Tekanan tanah, kendaraan pemeliharaan, dan aktivitas lapangan menghasilkan beban signifikan. Pipa dengan ring stiffness rendah akan mudah mengalami deformasi dan kehilangan fungsi struktural.

Pipa HDPE (High Density Polyethylene) corrugated perforated adalah pipa drainase bawah tanah dengan desain bergelombang (corrugated) dan lubang perforasi, yang dirancang khusus untuk menyerap dan mengalirkan air tanah secara efektif.

  • Drainase lapangan olahraga
  • Sistem drainase taman dan lanskap
  • Drainase area industri dan jalan
  • Sistem pengendalian muka air tanah

  1. Perforasi Aktif untuk Drainase Subsurface
    Lubang perforasi pada dinding pipa memungkinkan air tanah dan air limpasan dari lapisan kerikil di sekitarnya masuk secara merata ke dalam pipa.
    Hasilnya:
  • Penurunan muka air tanah lebih cepat
  • Pencegahan genangan dan kondisi tanah jenuh air

  1. Struktur Corrugated dengan Ring Stiffness Tinggi
    Desain corrugated meningkatkan kemampuan pipa dalam menahan:
  • Beban tanah
  • Beban timbunan
  • Tekanan dinamis dari aktivitas di atas lapangan

Struktur ini menjaga pipa tetap stabil meskipun dipasang pada kedalaman tertentu.

  1. Material HDPE yang Tahan Korosi dan Kimia
    HDPE memiliki ketahanan unggul terhadap:
  • Korosi
  • Lingkungan tanah asam maupun basa
  • Air dengan kandungan kimia tertentu

Berbeda dengan pipa logam atau beton, HDPE tidak mengalami degradasi material dalam kondisi tanah lembab.

  1. Fleksibilitas Tinggi Mengikuti Kontur Tanah
    Sifat fleksibel HDPE memungkinkan pipa:
  • Mengikuti kontur lapangan
  • Menyerap pergerakan tanah tanpa retak
  • Mengurangi risiko kegagalan akibat settlement

Hal ini menjadikan pipa HDPE corrugated perforated ideal untuk kondisi tanah yang tidak stabil.

  1. Efektif Dikombinasikan dengan Geotekstil
    Dalam praktik terbaik, pipa dipasang bersama:
  • Lapisan kerikil
  • Geotekstil non-woven sebagai media filter

Kombinasi ini mencegah masuknya partikel tanah halus ke dalam pipa, sehingga performa drainase tetap optimal dalam jangka panjang.

Source : AASTHO M252-09

Source : AASTHO M294-17

Perforasi pipa dirancang agar:

  • Tidak melemahkan kekuatan struktural pipa
  • Memungkinkan masuknya air secara optimal
  • Meminimalkan risiko penyumbatan

Contoh acuan standar yang umum digunakan:

  • AASTHO M294 dan AASTHO M252 untuk pipa HDPE corrugated drainase
  • Spesifikasi teknis proyek atau owner requirement

Selain unggul secara teknis, pipa HDPE corrugated perforated juga menawarkan keuntungan praktis:

  • Bobot ringan → instalasi lebih cepat
  • Tidak membutuhkan alat berat besar
  • Mengurangi waktu dan biaya pekerjaan lapangan
  • Minim perawatan pasca instalasi

Dalam siklus hidup proyek, solusi ini terbukti lebih ekonomis dan berkelanjutan.

Pipa ini banyak digunakan pada:

  • Lapangan sepak bola dan atletik
  • Lapangan golf dan area hijau
  • Taman kota dan ruang terbuka publik
  • Kawasan industri dan komersial

Kegagalan drainase lapangan hampir selalu berakar pada desain sistem dan pemilihan material yang kurang tepat. Dengan perforasi yang efektif, struktur corrugated yang kuat, serta material HDPE yang tahan lama, pipa HDPE corrugated perforated menawarkan solusi menyeluruh untuk sistem drainase lapangan yang efisien dan berkelanjutan.

📌 Shopee: http://shopee.co.id/sholinpipe.indonesi\a

📌 Tokopedia: http://tokopedia.com/sholinpipeindo

📌 Whatsapp : (+62) 821-3843-8329

1.    AASTHO M294-17 – Standard Specification Corrugated Polyethylene Drainage Pipe.

2.    AASTHO M252-09 – Standard Specification Corrugated Polyethylene Drainage Pipe, Diameter 300-mm to 1500-mm (12-in to 60-in.)

3.    ISO 8772 – Plastics piping systems for underground drainage and sewerage — Structured-wall pipes

4.    EN 13476 – Plastics piping systems for non-pressure underground drainage and sewerage — Structured-wall piping systems

5.    ASTM F1815 – Standard Guide for Installation of Flexible Polyethylene (PE) Corrugated Pipe for Agricultural Drainage

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *